-->
Notes and memorial ^_^

Selasa, 26 Februari 2013

Cara Membuat Blog



CARA MEMBUAT BLOG

Selama ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa membuat blog itu susah….. tapi setelah dicoba ternyata mudah koq… dan juga bagi kamu yang suka nulis dan bingung mau nyalurin dimana… Di blog pribadi, kamu bisa nyalurin hobi nulis kamu dan share pengalaman-pengalaman kamu … So..langsung aja ea kita memebuat blog nya…
1.      Langkah pertama kamu harus punya alamat gmail..bukan ymail loh… kalau kamu yang blum punya… kamu bisa daftar dulu di sini
2.      Setelah kamu dah punya account gmail… kalian masuk ke link bloggernya disini
Kamu tinggal masukkin accout gmail yang udah kamu buat tadi…

3.      Nah… sekarang pilih Blog Baru 
4.      Setelah kamu klik blog baru, akan muncul tampilan seperti ini ….  
5.      Judul          :  kamu dapat mengisinya dengan nama unik ataut keinginan kamu karna itu    yang akan menjadi judul blog kalian yang akan dilihat orang lain. (saya contohkan dengan judul blog saya “notes and memorial ^_^”
6.      Alamat       :  sama seperti judul kamu isi dengan nama url yang kamu suka…karna alamat ini akan menjadi alamat url kalian (saya contohkan alamay url saya “nimadesridewi.blogspot.com”.
7.      Template    :  pada langkah awal akan diberikan beberapa template pilihan… kamu tinggal memilihnya sesuai keinginan kamu … tapi tenang saja kalau kamu ingin mengganti template sesuai keinginan,, kamu dapat menggatinya ketika selesai membuat blog kamu ini.
8.      Setelah memilih-milih template… langkah terakhir adalah klik buat blok. Hasilnya akan seperti ini.
9.      Kamu bisa langsung mengetik isi blog kamu dengan memilih “biat entri baru” (kotak dengan lingkaran merah) dan kamu bisa langsung melihat tampilan blog kamu dengan memilih “Lihat Blog” (kotak dengan lingkaran biru).

Selamat mencoba :)
Diposting oleh Unknown di 07.10 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Komputer

Sabtu, 23 Februari 2013

Hipertensi



HIPERTENSI
 
Pengertian
Hipertensi pada kehamlan merupakan 5-5% penyulit kehamlan dan merupakan salh satu dari tiga penyebb tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin. Di Indonesia mortalitas dan morbiditas hipertensi pada kehamilan juga masih cukup tinggi. Hal ni di sebabkan selain oleh etologi tidak jelas, juga oleh perawatan dalam persalinan masih ditangani oleh petugas non medic dan sistem rujukan yang belum sempurna.
Hipertensi pada kehamilan dapat di alami oleh semua lapisan ibu hamil sehingga pengetahuan tentang hioertensi pada kehamilan harus benar-benar dipahami oleh seua tenaga medic baik di pusat maupun di daerah. Apabila dalam kehamilan di sertai dengan proteinuria dan edema maka di sebut pre eklampsia yang tdak murni atau superimposed pre eklampsia. Penyebab utama hipertensi pada kehamilan adalah hipertensi esensial dan penyakit ginjal.
Timbulnya hipertensi adalah akibat vasospasme menyeluruh dengan ukura tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg selang 6 jam.
            Di masa yang akan datang besar kemungkinan AKI dan AKP, di sebabkan oleh HDK karena beberapa factor yang salah satunya adalah masih banyak ibu khususnya di Negara berkembang yang tidak melakukan ANC dengan baik sehingga penemuan dini HDK luput dari pengawasan.

Gambaran klinis tersebut dapat di jabarkan sebaga berikut :
1.      Hipertensi
·         Kenaikkan tekanan darah sistolik dan diastolic 30 mmHg atau 15 mgHg.
·         Tekanan darah absolute 140/90 atau 160/110 yang di ambil selang 6 jam dalam keadaan istirahat.


2.      Edema
·         Merupakan timbunan cairan tubuh yang tampak atau tidak tampak.
·         Perhitungan kenaikan BB melebihi 1 kg/minggu di anggap patologs.
·         Edema di jumpai di tibia, muka, atau tangan bahkan seuruh tubuh.

3.      Proteinuria
Proteinuria menunjukkan komplikasi lanjut dari HDK, dengan kerusakan ginjal sehingga beberapa bentuk protein lolos dalam urine. Normal terdapat sejumlah protein dalam urine tetapi tidak melebihi 0,3 gr dalam 24 jam. Proteinuria menunjukkan komplikasi HDK lanjut sehingga memerlukan perhatian yang serius. 

4.      Kejang
Kejang menunjukkan kelanjutan komplikasi menjadi eklampsia yang menyebabkan terjadi AKI tinggi dan dapat di ikuti AKP yang tinggi pula. Kejang atau konvulsi menunjukkan telah terjadi kemungkinan perdarahan nekrosis dan edema.

5.      Koma
Kelanjutan kejang dapat di kuti koma sebagai manifestasi dari acut vascular accident (AVA) yang menimbulkan perdarahan nekrosis sehingga terjadi koma.

Faktor resiko terjadi hipertensi pada kehamilan
Terdapat banyak factor resiko untuk terjadinya hipertensi dalam kehamilan, yang dapat dikelompokkan dalam factor resiko sebagai berikut :
1.      Primigravida, primipaternitas
2.      Hiperplasentosis, misalnya : mola hidatidosa, kehamlan multiple, diabetes mellitus, hidrops fetalis, bayi besar.
3.      Umur yang ekstrim
4.      Riwayat keluarga pernah preeclampsia/eklampsia
5.      Penyakit-penyakt ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil
6.      Obesitas

Patofisiologi
Penyebab hipertensi dalam kehamlan hingga kini belum diketahui dengan jelas. Banyak teori telah dikemukakan tentang terjadinya hipertensi dalam kehamilan, tetapi tidak ada satu pun teori tersebut yang di anggap mutlak benar.
1.      Teori kelainan vaskularisasi plasenta
Pada kehamilan normal, rahim dan plasenta mendapat aliran darah dari cabang-cabang arteri uterine dan arteri ovarika. Ke dua pembuluh darah tersebut menembus miometrium berupa arteri arkuarta dan arteri arkuarta memberi cabang arteria radialis.Pada hpertensi dalam kehamilan tidak terjadi invasi sel-sel trofoblas pada lapisan otot arteri spiralis dan jaringan matriks sekitarnya.

2.      Teori iskemia plasenta, radikal bebas, dan disfungsi endotel
Salah satu oksidan penting yang di hasilkan plasenta iskemia adala radikal hidroksil yang sangat toksis khususnya terhadap membrane sel endotel pembuluh darah.

3.      Teori intoleransi imunologik antara ib  dan janin
Dugaan bahwa factor imunologik berperan terhadap terjadinya hpertensi dalam kehamilan terbukti dengan fakta sebagai berikut :
·         Primigravda mempunyai resiko lebih besar terjadinya hipertensi dalam kehamilan jika di bandingkan dengan multigravida.
·         Ibu multipara yang kemudian menikah lagi mempunyai resiko lebih besar terjadinya hpertensi dalam kehamilan jika dibandingkan dengan suami yang sebelumnya.
·         Seks oral mempunyai resiko lebh rendah terjadinya hipertensi dalam kehamilan. Lamanya periode hubungan seks sampai saat kehamilan ialah makin lama perode ini, makin kecil terjadinya hipertensi dalam kehamilan.


4.      Teori adaptasi kardiovvaskular
Pada haml normal pembuluh darah refraktter tehadap bahan-bahan vasopresor. Refrakter berarti pembuluh darah tidak peka terhadap rangsangan bahan vasopresor atau di butuhkan kadar vasopresor yang lebih tinggi untuk menimbulkan respon vasokonstriksi.

5.      Teori genetic
Ada factor kketurunan dan famly dengan model gen tunggal. Genotip ibu lebih menentukan terjadinya hipertensi dalam kehamilan secara familial jika  dibandingkan dengan genotp janin. Telah terbukti bahwa pada ibu yang mengalami preeclampsia, 26% anak perempuannya akan mengalami preeclampsia pula, sedangkan hanya 8% anak menantu mengalami preeclampsia.

6.      Teori defisiensi gizi
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan defisiensi gizi berperan dalam terjadnya hipertensi dalam kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang di beri suplemen kalsium cukup, kasus yang mengalami preeclampsia adalah 14% sedang yang diberi glukosa 17%.

HIPERTENSI KRONIK
Definisi
Hipertensi kronik dalam kehamilan ialah hipertensi yang di dapatkan sebelum timbulnya kehamilan. Appabila tidak diketahui adanya hipertensi sebelum kehamilan maka hipertensi kronik di definisikan bila didapatkan tekanan darah sistolik 140 mmHg atautekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHg sebelum umur kehamilan 20 minggu.
Diagnosis hipertensi kronik pada kehamilan
Diagnosis hipertensi kronik ialah bila didapatkan hipertensi yang telah timbul sebelum kehamilan atau timbul hipertensi lebih dari 20 minggu umur kehamilan.
Ciri-ciri hipertensi kronik :
·         Umur ibu relative tua di atas 35 tahun
·         Tekanan darah sangat tinggi
·         Umumnya multipara
·         Umumnya ditemukan kelainan jantung, ginjal dan diabetes mellitus
·         Obesitas
·         Penggunaan obat-obat anti hipertensi sebelum kehamlan
·         Hipertensi yang menetap pasca persalinan

Dampak hipertensi kronik pada kehamilan
·         Dampak pada ibu
Bila perempuan hamla mendapat monoterapi untuk hipertensinya, dan hipertensi dapat terkendali maka hipertensi kronik tidak berpengaruh buruk pada kehamilan, meski tetap mempunyai resko terjadinya solute plasenta ataupun superimposed preeclampsia.
Hipertensi kronik yang di perberat oleh kehamilan akan member tanda (a) kenaikkan mendadak tekanan darah, yang akhirnya disusul proteinuria dan (b) tekanan darah sistolik lebih dari 200 mmHg diastolic lebih dari 130 mmHg dengan akibat segera terjadi oliguria dan gangguan ginjal.Penyulit hioertensi kronik pada kehamlan ialah solute plasenta. Resiko terjadinya solution plasenta 2-3 kali pada hipertensi kronik dan superimposed preeclampsia.

·         Dampak pada janin
Dampak hipertensi kronik pada jann ialah pertumbuhan janin terhambat atau fetal growth restriction. Insidens fetal growth restriction berbanding langsung dengan derajat hipertensi yang disebabkan menurunnya perfusi uteroplasenta, sehingga menimbulkan insifisiensi plasenta. Dampak lain pada janin ialah peningkatan persalinan preterm.

DAFTAR PUSTAKA

Angsar,M.Dikman,Prof.dr.,Hipertensi Dalam Kehamilan ( EHP Gestosis ) , Laboratorium  Obgin F.K.UNAIR, Surabaya : 1995.
Prawirohardjo, Sarwono. Hipertensi Dalam Kehamilan ,Ilmu Kebidanan, Edisi keempat , Jakarta : 2010.
Gede Manuaba,Ide Bagus,prof,dr,SpoG.Ilmu kebidanan,penyakit kandungan , dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan.Jakarta : 1998.
Diposting oleh Unknown di 15.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Asuhan Kebidanan IV

Jumat, 22 Februari 2013

Abortus



ABORTUS



I.      PENGERTIAN
                       Abortus merupakan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dengan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Abortus yang berlangsung dengan sendirinya  atau keguguran disebut dengan abortus spontan. Sedangkan abortus yang terjadi dengan sengaja atau digugurkan  disebut abortus buatan (provokatus). Abortus provokatus dibagi menjadi 2 kelompok yaitu abortus medisinalis adalah pengguguran kehamilan biasanya dengan alat-alat dengan alasan bahwa kehamilan membahayakan bagi ibu , misalnya Karena penyakit berat (jantung, hypertensi, carcinoma dari serviks ). Abortus provocatus criminalis adalah pengguguran kehamilan tanpa alsan medis yang syah dan dilarang oleh hokum.

II.    ETIOLOGI

a.       Kelainan telur
Kelainan telur menyebabkan kelainan pertumbuhan yang sedinikian rupa hingga janin tidak mungkin hidup terus, misalnya karena faktor endogen seperti kelainan chromosom (trisomi dan polyploidi).
b.      Penyakit ibu
Berbagai penyakit ibu dapat menimbulkan abortus, yaitu:
a.    Infeksi akut yang berat: pneumonia, thypus dapat mneyebabkan abortus dan partus prematurus.
b.   Kelainan endokrin, misalnya kekurangan progesteron atau disfungsi kelenjar gondok.
c.    Trauma, misalnya laparatomi atau kecelakaan langsung pada ibu.
d.   Gizi ibu yang kurang baik.
e.    Kelainan alat kandungan:
-Hypoplasia uteri.
- Tumor uterus
- Cerviks yang pendek
- Retroflexio uteri incarcerata
- Kelainan endometrium
f.    Faktor psikologis ibu.
c.       Faktor suami
              Terdapat kelainan bentuk anomali kromosom pada kedua orang tua serta faktor imunologik yang dapat memungkinkan hospes (ibu) mempertahankan produk asing secara antigenetik (janin) tanpa terjadi penolakan.
d.      Faktor lingkungan
Paparan dari lingkungan seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol serta paparan faktor eksogen seperti virus, radiasi, zat kimia, memperbesar peluang terjadinya abortus

III.             MEKANISME ABORTUS

Penyebab abortus yang paling dekat adalah pelepasan embrio parsial atau komplit akibat perdarahan kecil di dalam desisua. Ketika terjadi kegagaln fungsi plasenta, uterus mulai berkontraksi sehingga proses abortus mulai. Jika terjadi sebelum minggu ke 8, embriodefektif yang tertutup villi dan desidua cenderung dikeluarkan  dalam gumpalan (blighted ovum), walaupun sedikit produk konsepsi dapat tertahan di dalam uterus maupun serviks. Perdarahan uterus terjadi sewaktu proses pengeluaran.
Antara minggu ke 8 dan ke 14, mekanisme di atas dapat terjadi atau membrane ketuban dapat rupture sehingga mengeluarkan janin yang catat tetapi gagal mengeluarkan plasenta. Plasenta ini dapat menonjol di ostium serviks eksternal atau tetap melekat pada dinding uterus. Tipe abortus ini dapat diikuti perdarahan yang banyak.
Antar minggu ke 14 dan minggu ke 22,janin biasanya dikeluarkan dengan di ikuti plasenta beberapa saat kemudian. Plasenta lebih jarang tertahan. Biasanya perdarahn tidak berat, tetapi rasa nyeri yang hebat, sehingga menyerupai “persalinan kecil”.
Jelas dari uraian diatas jelas bahwa, abortus diikuti oleh perdarahan uterus dan nyeri , dengan intensita bervariasi. Walupun abortus merupakan penyebab perdarahan pervaginam pada kehamilan dini pada lebih dari 95 persen kasus, penyebab – penyebab yang jarang seperti kehamilan ektopik, perdarahan,dan mola hidatidosa.

IV.             MACAM-MACAM ABORTUS

1.      Spontan (terjadi dengan sendiri, keguguran) merupakan ± 20% dari semua abortus.
Abortus spontan terdiri dari 7 macam, diantaranya :
A.    Abortus imminens (keguguran mengancam) adalah Abortus ini baru mengancam dan ada harapan untuk mempertahankan.
Tanda dan Gejala
a. Perdarahan per-vaginam sebelum minggu ke 20.
b. Kadang nyeri, terasa nyeri tumpul pada perut bagian bawah menyertai perdarahan.
c. Nyeri terasa memilin karena kontraksi tidak ada atau sedikit sekali.
d. Tidak ditemukan kelainan pada serviks.
e. Serviks tertutup.

B.     Abortus incipiens (keguguran berlangsung) adalah Abortus sudah berlangsung dan tidak dapat dicegah lagi.
Tanda dan Gejala
a.    Perdarahan per vaginam masif, kadang – kadang keluar gumpalan darah.
b.   Nyeri perut bagian bawah seperti kejang karena kontraksi rahim kuat.
c.    Serviks sering melebar sebagian akibat kontraksi.
C.    

Abortus incomplete (keguguran tidak lengkap) adalah Sebagian dari buah kehamilan telah dilahirkan tetapi sebagian (biasanya jaringan plasenta) masih tertinggal di rahim.
Tanda dan Gejala
a.   Perdarahan per vaginam berlangsung terus walaupun jaringan telah keluar.
b.   Nyeri perut bawah mirip kejang.
c.    Dilatasi serviks akibat masih adanya hasil konsepsi di dalam uterus yang dianggap sebagai corpus allienum.
d.   Keluarnya hasil konsepsi (seperti potongan kulit dan hati).
D.   Abortus completus (keguguran lengkap) adalah Seluruh buah kehamilan telah dilahirkan lengkap. Kontraksi rahim dan perdarahan mereda setelah hasil konsepsi keluar.
Tanda dan Gejala
a.   Serviks menutup.
b.   Rahim lebih kecil dari periode yang ditunjukkan amenorea.
c.   Gejala kehamilan tidak ada.
d.  Uji kehamilan negatif.
E.     Missed abortion (keguguran tertunda) adalah Missed abortion ialah keadaan dimana janin telah mati sebelum minggu ke 22 tetapi tertahan di dalam rahim selama 2 bulan atau lebih setelah janin mati.
Tanda dan Gejala
a.       Rahim tidak membesar, malahan mengecil karena absorpsi air ketuban dan macerasi janin.
b.      Buah dada mengecil kembali.
c.       Gejala kehamilan tidak ada, hanya amenorea terus berlangsung.
F.      Abortus habitualis (keguguran berulang – ulang) adalah abortus yang telah berulang dan berturut – turut terjadi sekurang – kurangnya 3 kali berturut – turut.
G.    Abortus febrilis adalah Abortus incompletus atau abortus incipiens yang disertai infeksi.
Tanda dan Gejala
a.         Demam kadang – kadang menggigil.
b.         Lochea berbau busuk.
           
2.      Abortus provocatus (disengaja, digugurkan) merupakan 80% dari semua abortus.
Abortus provocatus terdiri dari 2 macam, diantaranya :
a.    Abortus provocatus artificialis atau abortus therapeutics adalah Pengguguran kehamilan dengan alat – alat dengan alasan bahwa kehamilan membahayakan membawa maut bagi ibu, misal ibu berpenyakit berat. Indikasi pada ibu dengan penyakit jantung (rheuma), hypertensi essensialis, carcinoma cerviks.
b.    Abortus provocatus criminalis Adalah pengguguran kehamilan tanpa alasan medis yang syah dan dilarang oleh hukum.

V.                PENGOBATAN

1.      Abortus imminens
Karena ada harapan bahwa kehamilan dapat dipertahankan, maka pasien:
a.    Istirahat rebah (tidak usah melebihi 48 jam).
b.   Diberi sedativa misal luminal, codein, morphin.
c.    Progesteron 10 mg sehari untuk terapi substitusi dan mengurangi kerentanan otot-otot rahim (misal gestanon).
d.   Dilarang coitus sampai 2 minggu.

2.   Abortus incipiens
   Kemungkinan terjadi abortus sangat besar sehingga pasien:
a.   Mempercepat pengosongan rahim dengan oxytocin 2 ½ satuan tiap ½ jam sebnayak 6 kali.
b.  Mengurangi nyeri dengan sedativa.
c.   Jika ptocin tidak berhasil dilakukan curetage asal pembukaan cukup besar.

3.      Abortus incompletes
Harus segera curetage atau secara digital untuk mengehentikan perdarahan.

4.      Abortus febrilis
a.Pelaksanaan curetage ditunda untuk mencegah sepsis, keculai perdarahan banyak sekali.
b.   Diberi atobiotika.
c.   Curetage dilakukan setelah suhu tubuh turun selama 3 hari.

5.      Missed abortion
a.     Diutamakan penyelesaian missed abortion secara lebih aktif untuk mencegah perdarahan dan sepsis dengan oxytocin dan antibiotika. Segera setelah kematian janin dipastikan, segera beri pitocin 10 satuan dalam 500 cc glucose.
b.     Untuk merangsang dilatasis erviks diberi laminaria stift.

VI.             PENYULIT ABORTUS
         Kebanyakan penyulit dari abortus disebabkan abortus criminal’s walupun dapat timbul juga pada abortus spontan
a.    Perdarahan hebat.
b.   Infeksi kadang-kadang sampai terjadi sepsis, infeksi dari tuba dapat menimbulkan kemandulan.
c.    Renal failure disebabkan karena infeksi dan shock. Pengobatan ialah dengan pembatasan cairan dan pengobatan infeksi.
d.   Shock bakteri terjadi shock yang berat yang disebabkan toxin .
e.    Perforasi saat curettage, ini terjadi waktu curettage atau karena abortus criminalis.

Hukum di Indonesia mengatur mengenai masalah aborsi
1.      Pasal 229
Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.
Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidana dapat ditambah sepertiga.
Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.
2.      Pasal 341                
Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
3.      Pasal 342
Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
4.      Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.
5.      Pasal 346
Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
6.      Pasal 347
Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
7.      Pasal 348
Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan
persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
8.      Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan


DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC.
Jones, Derek Llewellyn. 1998. Dasar- dasar Obstetri dan Ginekologi Edisi 6. Jakarta : EGC.
Prawiriharjo, Sarwono. 1994. Ilmu Kandungan. Jakarta: Tridosa Printer.
Martoadisoebrata, Djamhoer. 2004. Obstetri Patologi. Jakarta: EGC.
Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNPAD. 1984. Sinopsis Patologi. Bandung: Elstar Offest.
Diposting oleh Unknown di 13.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Asuhan Kebidanan IV
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

My Self ^^

Unknown
Lihat profil lengkapku

About

Welcome to my blog Blog ini kebanyakan berisi tentang ilmu kebidanan Semoga dapat bermanfaat... enjoy to my blog :)

Categories

Asuhan Kebidanan I (1) Asuhan Kebidanan II (1) Asuhan Kebidanan IV (10) Asuhan Kebidanan Neonatus Bayi dan Balita (4) Bahasa Indonesia (1) Biokimia (1) Biologi Reproduksi (1) Epidemiologi (1) Ilmu Kesehatan Masyarakat (2) Kesehatan Reproduksi (1) Komputer (2) Konsep Kebidanan (2) Mutu Pelayanan Kebidanan (1) Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kebidanan (2) Penjaskes (1) Promosi Kesehatan (3)

Search

Arsip Blog

  • ▼  2014 (2)
    • ▼  Januari (2)
      • Pertusis
      • Makalah Rekam Medis
  • ►  2013 (21)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (7)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2011 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2010 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)

Widget-Animasi-Blog

Follow My Fanspage ^^

Daftar Isi

Follower

Diberdayakan oleh Blogger.